Managing Learning From Home By Dr. Capri Anjaya

Sabtu 4 Juli 2020 kembali lagi kita bertemu di webinar yang di selenggarakan oleh PSSDM melalui aplikasi zoom yang berlangsung selama dua jam dengan tema Managing Learning From Home  (Pembelajaran Efektif dari Rumah) dengan Narasumber Dr. Capri Anjaya. Memiliki cita-cita  memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar bisa bersaing di Internasional Dr. Capri Anjaya dengan team PSSDM selalu berbagi dengan teman-teman, terutama dalam bidang pendidikan.

Hari ini Dr. Capri kembali membuka sesi webinar dengan memberikan ilmu seni melipat kertas Origami Milenial Bergadengan Tangan. Ada dua milenial bergandengan tangan putra dan putri. Berikut langkah-langkah cara membuatnya :

  1. Langkah Pertama Bpk/ibu menyediakan bahan seperti : kertas HVS, gunting dan alat tulis.
  2. Kertas HVS dalam posisi landscape kemudian dilipat menjadi 2 bagian.
  3. Dilipat lagi menjadi 2 bagian sehingga terbentuk 8 bagian.
  4. Buka lipatan lalu gunting kertas ditengah lipatan sehingga ada 2 kertas dimana masing-masing kertas ada 4 lipatan.
  5. Lipat kertas disetiap bagian menjadi 2 lipatan hingga selesai hingga membentuk 8 lipatan.
  6. Gambar anak laki-lakidi bagian lipatan kertas paling depan kemudian gunting sehingga membentuk 8 orang anak laki-laki yang bergandengan.
  7. Lakukan hal seperti langkah no 5 untuk kertas bagian satunya .
  8. Gambar anak perempuan kemudian gunting sehingga membentuk 8 orang  anak perempuan.
Hasil Origami Bergandeng Tangan Penulis

Untuk membuat origami milenial bergandengan tangan silahkan Bpk/ ibu klik tautan di bawah ini

Baca juga materi Becoming Great Teacher https://teruslahmenulis.blogspot.com/2020/06/menjadi-guru-hebat-ala-capri.html

Sebelum pandemi ini terjadi  pendidikan Indonesia dilakukan secara konvensional di mana sekolah memiliki : kalender akademik,  ada guru, ada siswa, ada sekolah dan 100 %  di lakukan secara tatap muka. Kemudian berubah menjadi digital learning ada guru, berbasis aplikasi, ada media handpohe , computer  dan 100%  dilaksanakan secara daring.

Setelah pandemi hadir terjadi perubahan pola pendidikan  yang sangat signifikan yaitu disctance learning (pembelajaran jarak jauh). Dari perubahan perubahan ini membuat guru dan siswa tidak siap sehingga menyebabkan stress.

Dari persepektif guru yang menyebabkaan guru tidak siap adalah  media e-learning yang tidak mendukung seperti handphone dan internet yang tidak stabil. professional development yang diperlukan adalah dukungan orang tua untuk membatu anak dalam belajar.

Sedangkan dari perspektif  siswa juga merasakan banyak kendala selain sarana seperti pulsa/internet, handphone/computer selain itu siswa terlalu  jenuh karena hanya mengerjakan latihan soal.

Lain lagi dengan perspektif orang tua. Orangtua bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk membantu anaknya dalam belajar di rumah. Ada juga orangtua yang tidak bekerja tapi tidak bisa mengajar anaknya karena gagap teknologi (gaptek) dan terakhir hal yang sering terjadi adalah sarana yang tidak menunjang.

Dari kendala-kendala yang dihadapi tersebut, pihak sekolah baik itu kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik  harus bisa mengelola siswa dan orang tua dengan cara membuat peraturan tertulis. Peraturan dari segi pendidikan dan kesehatan agar pembelajaran dapat berjalan secara aman dan nyaman.

Sedangkan dari pemerintah sendiri  sudah bertindak seperti membuat aturan meniadakan Ujian Nasonal, tidak mewajibkan agar materi pembelajaran dapat dilakukan secara tuntas. Selain itu pemerintah juga telah membuat peraturan di tahun ajaran baru masa pandemi ini tentang  kegiatan belajar-mengajar melalui tatap muka di lakukan oleh sekolah yang termasuk dalam zona hijau, dengan mematuhi anjuran protocol covid.

Dari kendala-kendala yang dihadapi tersebut hal yang harus dipersiapakan dalam kegiatan Managing Learning From Home

Dari Perspektif Guru ada 5 hal yaitu

  1. Guru harus mempersiapakan materi
  2. Persiapan  Tekhnologi
  3. Persiapan media pembelajaran
  4. Persiapan mengelola waktu
  5. Membutuhkan support

Hal yang harus dipersiapakan dalam kegiatan Managing Learning From Home dari perspektif siswa yaitu :

  1. Menunggu instruksi
  2. Lebih tanggap tekhnologi

Melihat kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh Dr Capri memberikan 6 tips yang harus dilakukan guru yaitu :

1. Jadi teladan

Guru harus mencari role model siapa orang yang diteladani. Hal ini bertujuan agar guru memiliki motivasi untuk meningkatkan kualitas baik dari segi ilmu maupun dari segi karakter karene guru adalah role model bagi siswanya.

2. Buat peraturan tertulis

Sebelum pembelajaran di mulai guru sebaiknya membuat peraturan tertulis yang disampaikan kepada siswa agar  pembelajaran dari jarak jauh ini dapat terlaksana dengan baik.

3. Memiliki variasi dari media e-learning

Guru harus menjadi guru pembelajar yang selalu ingin belajar hal ini bertujuan agar guru dapat menggunakan media e-learning yang bervariasi sehingga tidak membuat siswa jenuh.

4. Ajarkan study skill

Dalam pembelajaran jarak jauh guru sebaiknya mengajarkan ketrampilan belajar, seperti contoh bagaimana cara pembelajaran efektif dengan menggunakan media daring seperti youtube, powerpoint yang dishare melalui google drive dan lain-lain.

5. Tugas harus jelas dan tertulis

Ketika guru memberikan tugas, berikanlah tugas secara jelas dengan memberikan aturan / pedoman dalam mengerjakan tugas. Ketika ada pertanyaan dari siswa guru sebaiknya memberikan jawaban yang tidak membingungkan siswa, sehingga siswa tetap bersemangat dalam mengerjakan tugas , jika tidak hal tersebut bisa membuat siswa enggan untuk mengerjakan tugasnya.

6. Memberi Feedback

Guru harus memberi feedback seperti contoh memberikan nilai hasil dari tugas yang telah dikerjakan oleh siswa. Berilah Feed back yang bisa membangkitkan semangat siswa untuk belajar, bukan menyakitkan.

Seperti yang disampaikan oleh moderator Bpk Tri Warsono feedback itu sangat penting, maka dari situ gunakanlah feedback  yang benar seperti contoh  ketika kita memberi feedback kepada siswa.

Materi Managing Learning From Home By Dr. Capri Anjaya

Berikut contoh kalimat feedback :

“Wow banyak sekali nilai rapor mu yang dibawah KKM. Tapi ibu yakin kamu sebenarnya pintar , ayo semangat lagi ya semoga semester berikutnya kamu bisa mendapatkan hasil yang bagus.”

“Kamu tu sebenarnya pinter tapi  karena banyak main  rapot kamu jadi jelek begini.”

Dua kalimat di atas adalah contoh feedback, manakah feedback yang tepat. Jika guru salah memberikan feedback maka yang akan dirasakan siswa adalah sakit hati atau kecewa. Tapi jika menggunakan feedback yang benar siswa akan tetap bersemangat dan akan memperbaiki kesalahan dalam belajarnya.

Hal yang paling menarik dalam kegiatan webinar pagi ini adalah penambahan materi simulasi e-learning oleh Bpk Dadan dengan menggunakan whiteboard.fi www.menti.com, googledoc dan google drive. Karena terbatas oleh waktu Pak Dadan hanya melakukan simulasi penggunaan tools media daring. Hal tersebut membuat peserta khususnya saya semakin terbuka pikiran untuk mengajarkan anak-anak dengan media elearning yang menyenangkan

Peresume Rita WAti, S.Kom

Diterbitkan oleh catatangurumilenial

Guru yang selalu ingin belajar

7 tanggapan untuk “Managing Learning From Home By Dr. Capri Anjaya

  1. Wow… detail sekali mbak Rita… Sangat runtun sesuai kegiatan saat itu…
    Pasti siswa yang diajar, akan merasa sangat beruntung sekali karena punya guru seperti mbak Rita.
    Keep sharing!!
    Salam literasi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: